Siswa-Siswi SMPN 4 Kediri Dibekali Literasi Etika Berbagi Informasi Kesehatan di Media Digital Research Community Service LPPM


Tabanan, 8 Agustus 2026 — Jempol yang lincah menggulir layar belum tentu diikuti kemampuan memilah informasi. di tengah derasnya arus konten kesehatan di media sosial, sebanyak 27 siswa SMP Negeri 4 Kediri diajak menjadi pengguna media digital yang lebih kritis, etis, dan bertanggung jawab.


Pesan tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Literasi Etika Berbagi Informasi Kesehatan di Media Digital pada Remaja di SMPN 4 Kediri” yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Ns. Ni Putu Emy Darma Yanti, S.Kep., M.Kep., dosen Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, yang sekaligus bertindak sebagai narasumber.


Tidak sekadar mendengarkan materi, para siswa diajak terlibat aktif melalui ice breaking, diskusi, serta simulasi cara memeriksa informasi kesehatan yang kerap ditemukan di media digital. Suasana kegiatan dirancang interaktif agar peserta dapat menghubungkan materi dengan pengalaman mereka sehari-hari saat menggunakan internet dan media sosial.


Salah satu pesan utama yang diperkenalkan kepada peserta adalah prinsip STOP sebagai cara sederhana untuk memeriksa informasi sebelum mempercayai ataupun membagikannya. STOP terdiri atas S — Siapa sumbernya? T — Tanggalnya kapan? O — Original atau edit? P — Periksa ke sumber resmi.


“Remaja saat ini bukan hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga dapat menjadi penyebar informasi. Karena itu, penting bagi mereka untuk memiliki kebiasaan sederhana: berhenti, periksa, kemudian baru berbagi,” ujar Ns. Ni Putu Emy Darma Yanti.


Hasil pengkajian terhadap peserta menunjukkan bahwa perangkat digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari mereka. Durasi penggunaan perangkat digital berada pada rentang 1–12 jam per hari, dengan aktivitas terbanyak berupa bermain game online sebesar 40,7%, diikuti penggunaan media sosial 29,6% dan kegiatan belajar 25,9%.


Edukasi yang diberikan menunjukkan hasil positif. Rerata skor pengetahuan peserta menunjukkan peningkatan. Kegiatan ini juga diarahkan agar memberikan dampak setelah program selesai. Hasil evaluasi akan disampaikan kepada pihak SMP Negeri 4 Kediri sebagai bahan rekomendasi dan tindak lanjut bagi sekolah. Media edukasi berupa poster dan video edukasi yang telah dikembangkan juga dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber pembelajaran bagi siswa. Selain sekolah, keterlibatan orang tua dinilai penting dalam membangun kebiasaan digital yang sehat. Orang tua diharapkan dapat mendampingi anak ketika menemukan informasi kesehatan di media sosial, mengajak anak berdiskusi mengenai kredibilitas informasi, serta membiasakan mereka melakukan verifikasi sebelum meneruskan informasi kepada orang lain.


Melalui kegiatan ini, Universitas Udayana turut mengambil bagian dalam membangun generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga melek informasi kesehatan. Sebab, di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya penyebaran konten di media sosial, kemampuan untuk saring sebelum sharing menjadi keterampilan penting bagi remaja agar mampu menggunakan ruang digital secara aman, kritis, dan bertanggung jawab.